Saya dan teman saya sudah merencanakan sebuah bisnis fashion clothing bernama “Smolio”. Konsep dari smolio ini adalah menciptakan pakaian yang nyaman tetapi memiliki desain yang terbilang unique. Karena kita mengusung konsep warna “pastel”. Ide ini tercipta oleh teman saya yang biasa memakai pakaian yang nyaman dan juga berwarna “pastel” atau warna yang lembut. Karena dimasa yang banyak sekali brand fashion ini kebanyakan mereka membuat yang bergaya “streetwear” terutama buat laki-laki.
A. Perencanaan

Pada tahap perencanan kita sering sekali mengadakan rapat terkait BMC, marketing dan branding, prototype, membahasa vendor. Dan lain-lain. Gonta ganti logo, desain, nama dan lain-lain sangat sering terjadi. Di awal tahap perencanaan, kami membahas konsep dan tujuan dari bisnis ini. Proses ini sangat Panjang sehingga kami harus melakukan rapat terus menerus setiap minggu. Hingga akhirnya menemukan konsep dan tujuan.

Kemudian lanjut untuk membranding dan mencari nama dari bisnis
ini. Sehingga tercipta nama “Smolio” yang berasal dari slang Bahasa inggris
smol yang berarti kecil. Karena konsep pastel ini identic dengan anak kecil. Dan
pada tahap brandin ini juga kami mencorat coret purwarupa dari logo kami hingga
teciptalah logo dari Smolio ini
Hingga sampailah pada tahap prototyping. Kami banyak sekali mendesain berbagai macam desain kaos. Sehingga kami sendiri pun bingung memilih yang mana untuk menjadi produk pertama kami. Kami pun memutuskan untuk melakukan market research dengan mewawancarai orang secara langsung terkait protoype kami. Hasil dari market research tersebut membuat kami menyempurnakan rancangan desain. |
Setelah mendesain prototype. Kami menuju tahap pencarian
vendor yang akan kami gunakan. kami mencari melalui internet dan info dari
kerabat kami. Dalam pencarian, kami banyak sekali menemukan vendor vendor yang
baik. Namun pada akhirnya kami memutuskan untuk menggunakan jasa vendor Om Kris.
Vendor ini kami dapatkan dari info kerabat kami yang mengenal nya. Setelah itu
kami berkonsultasi dan banyak sekali berdiskusi dengan om chris terkait
produksi produk kami.
B. Implementasi
Hinga pada tahap implementasi. Kami sudah sepakat untuk
produksi dengan Om Chris. Akan tetapi keadaan pada saat itu pada saat awal-awal
terjadinya pandemic ini. Sehingga vendor kami menunda pekerjaannya yang membuat
kami khawatir. Dan kami pun memutuskan untuk menunda kegiatan produksi hingga
keadaan sudah aman dan nyaman. Tetapi kami tetap berdiskusi terkait marketing
dan pengembangan dari bisnis kami. Serta membahasa bagaimana cara bertahan di
masa pandemic seperti ini.
C. Evaluasi
Evaluasi dari selama kegiatan bisnis kami berlangsung adalah
untuk selalu mempersiapkan hal terburuk. Kita tidak pernah tau akan terjadinya sesuatu.
Yang bisa kita lakukan adalah mempersiapkan bila terjadi masalah. Yang kami lakukan
belum lah seperti itu. Kami belum memikirikan bagaiamana bila suatu hal buruk
terjadi dan bagaiamana cara mengatasinya. Sehingga kami sekarang kewalahan
untuk menghadapi pandemic seperti ini.
D. Kesimpulan
Berbisnis memanglah tidak enak. Banyak sekali hal yang harus
di pertimbangkan. Namun bila kita selalu bekerja keras maka segala tantangan
bisa dilalui. Meskipun teradang gagal namun, di balik kegalan tersebut ada
banyak pembelajaran yang bisa kita dapatkan. Itu dapat melatih kita dalam
berbisnis kedepannya. Yang pasti pembelajaran itu sangat bermanfaat.













Komentar
Posting Komentar